Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

1/18/2012

Pria Tampan dan Sukses yang Semula Berkelamin Wanita

(sumber: http://www.detikhealth.com)


1. Balian Buschbanm

Balian lahir pada tahun 1980 sebagai Yvonne Buschbaum dan seorang mantan atlet lompat tiang Jerman. Ia pernah menjadi atlet perempuan kedua terbaik di Jerman untuk cabang tersebut, tapi pada tahun 2007 ia menyatakan pensiun karena mengalami cedera persisten. Selain itu ia juga menyatakan keinginannya untuk mulai melakukan terapi penggantian jenis kelamin. Pada tahun 2008 ia resmi mengganti nama dan menjalani operasi ganti kelamin menjdi seorang laki-laki. 


2. Buck Angel


Buck Angel adalah seorang pembuat film dewasa dan ikon dari sebuah komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Ia pernah menjadi pemenang dalam Adult Video News Award 'Transsexual Performer of the Year' pada tahun 2007. Saat ini ia bekerja sebagai advokat, pendidik, dosen dan penulis yang menjalankan perusahaan produksi sendiri.



3. Loren Cameron



Loren Rex Cameron adalah seorang fotografer Amerika dan penulis. Salah satu karyanya adalah potret orang lesbian dan waria serta ia juga mendokumentasikan transisi fisiologis dirinya dari seorang perempuan menjadi laki-laki.




4.  Ian Harvie



Ian Harvie adalah seorang komedian stand up yang sering menggunakan topik transsexuality ketika sedang beraksi. Ia pernah beraksi bersama dengan Margaret Cho dan sejumlah selebriti terkenal lainnya dan menjadi salah satu ikon komunitas budaya pop di kalangan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).



5. Lucas Silveira



Silveira lahir di Kanada pada tahun 1979 dan mencatat sejarah sebagai orang pertama yang terbuka menjadi jati dirinya dalam sebuah band rock yang ditangani oleh label rekaman besar. Silveira adalah seorang vokalis, gitaris dan pencipta lagu untuk band The Cliks.




6. Katastrophe



Rocco Kayiatos atau dikenal sebagai Katastrophe adalah seorang rapper hip hop Amerika dan produser. Kayiatos secara luas dikenal sebagai penyanyi transgender pertama di genre hip hop.





7. Thomas Beatie

Beatie mendapat perhatian internasional karena menjadi salah satu laki-laki yang bisa hamil. Ia lahir dan menjalani hidupnya sebagai seorang perempuan hingga berusia pertengahan 20 tahun. Kemudian ia mulai melakukan terapi hormon laki-laki tapi tetap mempertahankan organ seks perempuan. Kondisi ini membuat ia bisa hamil dan memiliki anak bersama pasangannya dengan menggunakan donor sperma. Saat ini Beatie sudah memiliki 3 orang anak dan mulai melakukan kembali terapi hormon laki-laki.

 8. Ryan Sallans

Ia lahir sebagai Kimberly Ann Sallans dan sekarang menjadi seorang advokat untuk memperjuangkan hak-hak LGBT, serta menjadi pembicra publik untuk mendidik masyarakat mengenai is-isu transgender dan perubahan sistem perawatan kesehatan. Sallans menjalani transformasi dari perempuan menjadi laki-laki selama beberapa tahun dan menyelesaikannya pada tahun 2005. Ia pernah tampil di acara 'Larry King Live!' serta publikasi di berbagai majalah.


9. Andreas Krieger


Krieger adalah seorang atlet Jerman yang tergabung daalm tim atletik. Sejak awal remaja ia diberikan anabolik steroid tanpa sepengetahuannya yang membuat ia menjadi lebih maskulin dalam penampilan dan sikap. Ia memilih pensiun dari olahraga pada tahun 1990 dan menjalani operasi penggantian kelamin pada tahun 1997.




10. Chaz Bono

Chaz Bono lahir sebagai Chastity Bono yang merupakan putri terkenal dari pasangan Sonny dan Cher. Di mata publik ia diketahui sebagai seorang lesbian saat berusia 25 tahun sebelum akhirnya ia menyadari adalah seorang transgender. Chaz menjalani operasi penggantian jenis kelamin selama 2 tahun dan sekarang ia hidup bahagia sebagai seorang laki-laki. Ia pun menjadi salah satu kontestan dalam sebuah acara televisi terkenal, Dancing With The Stars

1/10/2012

Fenomena Pengguna Jalan Di Ibukota








Dari gambar terlihat begitu semrawutnya jalanan di ibukota, ini menandakan bahwa tingkat disiplin penggguna jalan raya di Indonesia begitu minim. Sebenarnya di jalan raya sudah ada batas-batas mana jalur mobil, motor, busway tetapai para pengguna jalan mengabaikannya.


Bahkan jalur busway yang telah tersedia pun ikut digunakan oleh bus, motor, bahkan mobil pribadi. Kalau sudah begini pasti para penumpang busway akan merasa gondok / kesal karena otomatis busway pun tidak bebas melaju karena dihalangi oleh para pengguna jalan yang memakai jalurnya sehingga busway yang seharusnya menjadi andalan ikut terkena macet.


Bisa dibilang mayoritas pengguna jalanan ibukota adalah motor. Motor merupakan salah satu alternatif kendaraan yang bisa diandalkan saat macet karena bisa menyelip mobil-mobil di jalanan. Tetapi para pengguna motor di ibukota sering mengabaikan keamanan diri sendiri seperti tidak memakai helm di jalan raya yang padat. Kalau mengendarai motor di dalam komplek rumah tidak memakai helm mungkin tidak menjadi masalah tetapi alangkah lebih baik memperhatikan keamanan kita sendiri kalau sedang berkendara di jalan raya yang padat.


Dari gambar di atas terlihat bagaimana kurang disiplinnya pengguna jalan ibukota. Jalur yang seharusnya menjadi jalur busway  terlihat dipakai oleh para pengguna motor dan mobil pribadi bahkan dengan seenaknya ada kendaraan yang ingin berpindah jalur sehingga mengganggu pengguna jalanan.



Kalau sudah begini siapakah yang salah? Pemerintah, pengusaha / produsen mobil & sepeda motor atau pengguna jalan itu sendiri? Seringkali bangsa Indonesia suka mencari kambing hitam dari sebuah kemacetan. Semua pihak saling menyalahkan, pengguna jalan raya menyalahkan pemerintahnya dan sebaliknya. Seperti kita ketahui permintaan sepeda motor dan mobil di Indonesia dan Jakarta pada khususnya mengalami peningkatan yang tinggi, sehingga alangkah baiknya kalau didukung oleh sarana dan prasarana yang baik pula. Semua pihak baik pemerintah maupun pengguna jalan harus mematuhi tata tertib yang ada. Pemerintah harus menyediakan sarana umum yang lebih bagus dan nyaman dan pengguna mobil pribadi / motor juga harus mau menggunakan sarana umum dengan baik.

sumber : google.com

Apa yang ada dipikiran anda saat melihat gambar diatas? Hmm punya mobil bagus kok ga punya "attitude" ya?  Buang sampah ko disembarangan tempat, harusnya pelaku malu sama mobil yang ditumpangi nya, mobil bagus tapi perilaku tidak bagus juga. Bukankah kalau seperti ini dia termasuk penyumbang banjir ibukota karena membuang sampah sembarangan? Padahal kalau banjir dia sendiri yang menggerutu, tidak sadar kalau dia salah satu penyebabnya :).


Hal lain yang sangat bikin kesal adalah pengguna kendaraan roda empat suka parkir disembarangan tempat padahal sudah ada tanda larangan parkir sehingga menjadi penyumbang kemacetan. Hmmm kalau sudah begini cuman bisa geleng-geleng kepala saja.

SUDAHKAH ANDA MENJADI PENGGUNA JALAN YANG BAIK? MARI MULAI DARI DIRI SENDIRI :)

Jadilah pengguna jalan raya yang disiplin dan patuhi tata tertib yang ada....!!!




12/29/2011

Perlukah Mengeluh Di Media Sosial?

   Tidak bisa dipungkiri media "social networking" di internet sangat digemari masyarakat dunia saat ini. Katakan saja "Twitter" dan "Facebook" merupakan beberapa contoh dari sekian banyak situs "social networking" yang sangat digemari, dan yang paling booming saat ini adalah Twitter. Situs jaringan sosial tersebut memang sangat memberingan banyak manfaat bagi penggunanya terlebih-lebih jaringan tersebut sangat mudah bisa dapat di akses, baik itu melalui smartphone, laptop, komputer, dll. Kita bisa dengan mudah berinteraksi dengan orang lain yang menjadi teman kita di jejaring sosial tersebut bahkan kita dengan mudah mendapat informasi / berita ekonomi, politik, entertainment, dll dengan sekali "klik" saja seolah-olah dunia berada di genggaman kita.

   Salah satu situs "social networking" yang saya gemari adalah Twitter. Saya bisa mendapat banyak informasi darisana dengan cara mem-follow akun twitter yang menurut saya menarik atau akun seseorang yang saya kenal ataupun tidak saya kenal tetapi karena tweet-nya sangat menarik sehingga saya memutuskan untuk mem-follow akun tersebut..Tetapi ada beberapa fenomena yang menurut saya menarik dibahas belakangan ini yakni banyak orang-orang yang saya follow mengupdate status dengan kata-kata keluhan yang menurut saya tidak penting juga ditulis atau orang lain perlu tahu tentang keluhannya itu dan yang lebih parah lagi dari pagi sampai malam tweetnya didominasi oleh kata-kata keluhan. Hmmm mungkin anda pernah mengalami hal yang sama, tetapi apa yang anda lakukan menghadapi hal tersebut? Mungkin kalau kita memutuskan meng-unfollow orang tersebut terkadang tidak enak hati juga takut orang tersebut tersinggung (kalau kebetulan kita kenal dengan orang tersebut).

   Bagi anda pengguna "smartphone" mungkin tidak masalah karena disana ada option "mute" jadi akun orang tersebut tidak muncul di timeline anda tanpa diketahui orang yang bersangkutan. Tetapi pertanyaannya adalah: apakah memang perlu kita menuliskan keluhan-keluhan kita sepanjang hari di "social networking"?. Contoh tweet / status mengeluh:  Duh,,, saya mengantuk, Duh,,perut saya mules, Duhhh bos gw galak benar sih, Aduh,, gw kesel bgt sih sama ini orang. Itu adalah sebagian contoh dari sekian banyak kata-kata keluhan yang sering kita baca di "social networking". Buat saya pribadi sesekali menulis keluh - kesah kita di "social networking" sangat tidak ada masalah, yang menjadi masalah adalah kalau ada orang yang setiap mengupdate status dengan kata - kata keluhan. Bahkan ada juga orang yang sepanjang hari statusnya selalu didominasi kata-kata galau bahkan kata-kata kasar. Contoh tweet galau: Aku kangen dia, seandainya kamu ada disini, Perasaanku saat ini hancur berantakan, blablablabla. Gw sendiri rasanya pengen muntah kalau membaca status seperti itu (Haha yang merasa tolong jangan tersinggung ya, cuman menyampaikan pendapat kok :) )

   Bahkan saya pernah memutuskan meng-unfollow akun seseorang karena tweetnya sepanjang hari didominasi oleh kata-kata galau. Kalau kita sering meuliskan kata-kata keluhan, galau, kata kasar di media "social networking", hal ini secara tidak langsung sangat mengganggu bagi orang lain tentunya. Sebagai contoh kita sangat kesal terhadap orang lain, ya kita tidak perlu menulis kata-kata makian terhadap orang tersebut di jejaring sosial.kita bisa menulis dengan kata-kata halus yang tidak membuat pembacanya merasa risih dengan tulisan kita.

   Apa yang kita tulis di jejaring sosial secara tidak langsung bisa menjadi bahan penilaian orang terhadap diri kita sendiri, misalkan kita adalah orang yang suka mengeluh, orang yang sensitif, pemarah, tidak penyabar, dll. Hal itu bisa terlihat dari apa yang kita tulis di media jejaring sosial punya kita.bahkan hal tersebut bisa menjadi ancaman buat kita. Misalkan anda sering menuliskan masalah-masalah / keluhan anda di kantor di media jejaring sosial, mungkin saja salah satu teman kantor / atasan anda menjadi teman anda di media jejaring sosial tersebut maka ini bisa jadi ancaman buat karir anda. anda bisa dicap sebagai orang yang suka mengeluh dimana setiap perusahaan tentunya tidak membutuhkan orang seperti itu. 

   Memang keluhan itu terkadang penting juga asalkan bermanfaat, misalkan kita mengeluh atas sebuah layanan provider dan kita menyampaikan langsung ke akun provider tersebut dengan bahasa yang sopan tentunya maka hal ini bisa bermanfaat bagi kita. Tetapi kalau kita mengeluh terus, uring-uringan yang ada pembaca kesal sama kita. Mengeluh memang hak semua orang tetapi sebelum memutuskan untuk menuliskan di media sosial alangkah kita bisa berpikir terlebih dahulu dengan kata lain "Think before posting."

Jadilah pengguna social networking yang benar dan baik.. !!! :)


9/20/2011

Tempat Menarik di Dunia Untuk Melakukan "Tunangan"

Tunangan merupakan saat-saat membahagiakan bagi setiap pasangan. Tunangan menunjukkan bahwa pentingnya sebuah komitmen dalam sebuah hubungan sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius. Biasanya sepasang kekasih melakukan pertunangan di tempat-tempat di mana tempat tersebut mempunyai nilai historis bagi mereka misalnya restoran tempat pertama kali mereka bertemu, atau bisa jadi di tempat mereka kuliah dulu, tempat wisata yang romantis dan lain sebagainya. Jadi tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang akan melekat di ingatan mereka terus.

Ada beberapa tempat di dunia yang menurut saya sangat cocok dan romantis yang bisa digunakan sebagai tempat melamar sang " kekasih hati" dan setiap perempuan pasti akan tersanjung ketika sang pujaan hati berlutut di tempat ini sambil membawa cincin pertunangan dan berkata "...will you marry me?..". Tempat-tempat apa dan dimana saja itu, mari kita lihat.. !!

1. Top of The London Eye

Eksotika kota London dapat kita lihat darisini seperti bangunan-bangunan tua dan bersejarah yang sangat indah yang biasa kita lihat di film Harry Potter. Tempat ini merupakan tempat yang sangat pas untuk melamar sang gadis pujaan apalagi saat berada di bagian teratas maka disaat itu lah moment paling tepat untuk melamar gadis pujaan dengan pemandangan kota London yang sangat indah dijamin sang gadis pujaan akan merasa sangat tersanjung. Bagaimana, apakah anda tertarik?

2. Top of Empire State Building

Anda bisa melihat keindahan kota New York dari gedung ini. Tempat ini sering digunakan sebagai tempat syuting film-film Hollywood. Nah, ini merupakan salah satu tempat yang mungkin bisa menjadi pilihan anda untuk melamar sang gadis pujaan apalagi kalau dilakukan pada malam hari maka suasana romantisnya akan lebih terasa dengan lampu-lampu yang sangat indah dipandang mata.

3. Amalfi Coast or Lake Como, Italy

Kalau anda mempunyai uang, anda bisa mengajak pasangan anda jalan-jalan ke tempat ini. Pantai Amalfi dan Danau Como merupakan salah satu tempat terindah di Italy dan tempat ini sangat cocok untuk melamar gadis pujaan anda. Anda bisa melakukannya pada saat makan malam di sebuah restoran dengan pemandangan laut sekitar yang sangat indah.. Hmm sangat romantis.


4. Eifel Tower

Tidak asing lagi Paris merupakan salah satu tempat yang romantis di dunia. Anda bisa melamar sang gadis pujaan di atas menara Eifel pada malam hari dengan lampu yang warna-warni menambah suasana romantis dengan pemandangan kota Paris yang sangat indah.

5. Banff, Canada

Banff merupakan taman nasional di Canada yang berada di tengah pegunungan yang sangat indah dimana puncak-puncak gunung tertutup salju sepanjang tahun. Untuk sampai ketempat ini bisa menggunakan bus, mobil dan kereta api. Tempat ini menyajikan pemandangan yang sungguh luar biasa dan anda bisa melamar sang gadis pujaan anda di tempat ini dijamin sang gadis pujaan akan merasa tersanjung.

6. Machu Picchu, Peru

Waktu terbaik untuk mengunjungi Machu Picchu adalah bulan April dan Mei yakni setelah musim hujan berakhir, maka akan terhampar pemandangan hijau yang sangat indah. Apabila anda merupakan pasangan yang suka tentang sejarah maka tempat ini bisa menjadi pilihan untuk melakukan pertunangan.

7. In Front of The Magic Fountain of Montjuic, Barcelona

Magic Fountain of Montjuic merupakan permainan warna, cahaya, musik dan akrobat air di Barcelona. Pertunjukan air mancur ajaib ini sangat menarik ribuan turis setiap malam. Anda akan berdecak kagum akan keindahan pertunjukan yang disajikan dan ini merupakan moment yang paling tepat bagi anda melamar sang gadis pujaan.


8. Navy Piers, Top of John Hancock Building

Hampir sama dengan bangunan-bangunan tinggi lainnya, pemandangan yang disajikan dari atas gedung ini sangatlah indah apalagi pada malam hari. Tempat ini bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk melamar sang gadis pujaan.

8/11/2011

Susahnya Bersyukur

   Ada sebuah kisah yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri yang membuat saya tertegun dan berpikir "Sudahkah saya mensyukuri segala berkat dan beban yang diberikan Tuhan kepada saya selama ini?".

   Suatu hari ketika saya mau beribadah di sebuah gereja, setelah saya datang dan duduk tenang disebuah kursi di bagian belakang tiba-tiba perhatian saya tertuju kepada "sosok anak muda" yang baru saja datang bersama ibunya. Yang membuat saya tertegun adalah anak muda ini duduk diatas kursi roda dan didorong oleh ibunya. Saya melihat wajah anak muda itu, masih muda mungkin umurnya sekitar 25 - 30 tahun. Tapi kenapa dia duduk di atas kursi roda dan dipergelangan tangannya masih tertancap infus? Dan saya melihat raut wajah ibunya yang duduk disampingnya terlihat raut wajah sedih mungkin dia tidak tega melihat beban hidup yang harus ditanggung anaknya.

   Saya tidak tahu penyakit apa yang diderita anak ini, kemudian singkat cerita seorang pelayan gereja bertanya kepada sang ibu : sakit apa gerangan yang diderita anak ini? Kemudian si ibunya menjawab kalau anaknya mengidap penyakit "Kanker". Ya, kanker sebuah penyakit yang paling ditakuti manusia di muka bumi ini. Kemudian saya mendengar percakapan mereka kalau si ibu sangat sedih melihat kondisi anaknya. Dia tidak tega melihat anaknya ini harus duduk diatas kursi roda dan sudah tidak bisa beraktifitas lagi. Saya melihat si anak hanya bisa terdiam dan sudah tidak bisa berbicara lagi. Saya melihat betapa menderitanya si anak ini, saya merasa kasihan melihatnya bahnkan tidak tega. Masa depannya masih panjang tapi harus terhenti karena penyakit yang diberikan Tuhan kepadanya. Si Ibu bilang sudah berupaya memberikan pengobatan semaksimalnya dan sekarang dia hanya bisa berserah kepada Tuhan untuk kesembuhan anaknya akan tetapi saya melihat dia masih bisa tersenyum kepada setiap orang yang menyapa dia dan masih bisa memberikan semangat kepada anaknya ini.

   Kondisi ini membuat saya tertegun, dan setelah pulang dari ibadah sepanjang perjalanan menuju pulang ke rumah pikiran saya selalu memikirkan beban yang di derita anak ini. Kemudian saya berpikir dan kembali menggambarkan kondisi ini kepada diri saya. Saya tidak mempunyai penyakit, saya sehat saya bisa beraktifitas dengan normal tanpa ada penyakit yang menghalangi, tapi selama ini apakah saya sudah bersyukur atas kondisi saya sekarang ini? Kemudian saya berpikir ternyata selama ini saya masih saja mengeluh akan kondisi-kondisi yang saya hadapi, saya masih saja menyalahkan Tuhan kenapa begini begitu?

   Sebuah kondisi yang menyadarkan saya bahwa "Apapun kondisi kita, susah ataupun senang harus diyukuri" Mungkin kita mempunyai beban dalam hidup ini, tetapi bukankah semua orang di dunia ini mempunyai beban? Kita masih beruntung kita mempunyai masalah baik itu masalah besar maupun kecil karena itu tandanya kita masih hidup. Kalau kita tidak mempunyai masalah itu tandanya kita sudah mati. Dan dari kisah ini saya bisa menyimpulkan "Mungkin saya punya masalah tapi pasti ada orang yang mempunyai masalah yang lebih besar dibanding masalah saya". Beban yang dialami si anak tadi jauh lebih besar dibanding dengan beban saya. Saya tidak mau beranggapan lagi ketika saya mempunyai beban seolah-olah hidup saya akan berakhir, kemudian menyalahkan Tuhan kenapa begini-begitu karena saya yakin "Tuhan memberikan masalah kepada seseorang karena Dia tahu seseorang itu pasti sanggup menyelesaikan masalahnya".

   Teman, mungkin sekarang anda mempunyai masalah atau beban hidup tetapi ingatlah apapun kondisinya cobalah untuk selalu "MENGUCAP SYUKUR DI SEMUA KEADAAN". Ketika kamu hanya bisa makan seadanya lihat sekelilingmu masih ada anak jalanan yang menderita kelaparan dan mengharapkan belas kasihan orang, ketika kamu merasa rumahmu sangat kecil ingatlah masih ada orang yang tidur di bawah kolong jembatan, ketika kamu merasa penyakitmu sudah parah ingatlah masih ada orang yang mempunyai penyakit jauh lebih parah. Inilah yang saya coba dan akan terus saya praktekkan di dalam kehidupan saya. Hadapi hidup dengan penuh senyuman dan memohon bimbingan Tuhan disetiap perjalanan hidup karena Dia tahu apa yang terbaik buat saya. Thanks God!!!

7/19/2011

Apakah Kamu Percaya Karma?

   Karma, sebuah kata yang banyak dipercayai orang. Akan tetapi buat saya pribadi, saya termasuk dalam golongan orang yang tidak percaya akan karma. Semua itu kembali kepada masing-masing orang, ada yang percaya karma ada pula yang tidak. Disini saya hanya mengungkapkan pemikiran saya saja.

   Menurut saya pribadi segala sesuatu yang terjadi di dunia ini sudah ada yang mengatur, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Semua yang terjadi, terjadi karena seijinnya. Saya percaya hal buruk yang mungkin terjadi pada kita hari ini terjadi karena seijin Yang Maha Kuasa, bukan karena alasan kemarin. Saat seseorang percaya pada karma adalah saat ia tidak tahu lagi alasan mengapa terjadi hal buruk dalam hidupnya. Kita berbuat sesuatu pasti ada "feed back". Disini feed back menurut saya bukanlah karma.

   Manusia mempunyai pemikiran yang berbeda-beda dan memang benar apa kata pepatah "Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai". Tetapi sekali lagi hal buruk yang terjadi pada kita itu sudah ada yang mengatur, bukan karena alasan-alasan kemarin. Saya percaya akan "hukum tabur tuai". Menurut saya hukum karma berlaku kepada seluruh keluarga besar kita atau keturunan kita, kalau hukum tabur tuai apa yang kita perbuat kita sendiri yang menanggung akibatnya jadi tidak ada hubungannya dengan adik, kakak, dan saudara atau keluarga kita. Prinsipnya, setiap orang hanya akan menuai apa yang diperbuatnya.

   Tetapi kembali lagi, apapun alasannya alangkah senantiasa kita berbuat baik di dalam kehidupan kita. Kalau pun kita pernah berbuat buruk atau pernah berbuat sesuatu yang membuat orang lain kecewa biarlah itu terjadi di masa lalu saja dan tidak mengait-ngaitkan kejadian masa lalu itu ke masa sekarang. Kita boleh mengingat kejadian di masa lalu itu, tetapi biarlah itu hanya sebagai "kaca" supaya kita tidak berbuat sesuatu seperti dimasa lalu itu.

6/05/2011

Ketika Tuhan Menjawab "Tunggu"

   Ketika saya berada di kondisi lemah dan bisa dibilang hampir putus asa dan saya membutuhkan "sesuatu". Ya, saya membutuhkan "sesuatu", saya membutuhkannya sekarang juga, hari ini dan detik ini juga. Tapi "sesuatu" itu tak kunjung ada dan saya tetap menantinya. Tapi sampai kapan saya menantinya? Sementara saya sudah hampir putus asa? Hmmm....

   Tapi, bukankah saya mempunyai Tuhan sebagai sumber pengharapan saya? Saya berdoa kepada Sang Pencipta, memohon agar diberikan "sesuatu" itu, tiap saat di setiap doa saya saya pasti memohon agar diberikan. Dan jawaban Tuhan sampai saat ini adalah "tunggu". Ya, saya akan tetap menunggu Tuhan, saya akan tetap menunggunya, saya akan bersabar. Bukankah sesuatu itu akan indah pada waktunya? Ya, Engkau akan memberikan segala sesuatu itu tepat pada waktunya dan tisak pernah meleset. Semoga saya mampu melewati semua tantangan ini :)

Ps:
Ada tiga jawaban Tuhan: Ya, Tidak, Tunggu. Saat menantikan jawaban doa mengucap syukurlah senantiasa sebab rencanaNya selalu indah bagi kita. GBus

5/29/2011

Mengampuni Memaafkan dan Melupakan

  Setiap orang yang pernah terluka hatinya pasti akan mempunyai perasaan marah, sakit hati, dendam, benci, kecewa, dan lain-lain. Bagaimana kita mampu mengatasi semua perasaan itu kalau kita selalu mengingat bagaimana seseorang telah mengecewakan dan menyakiti hati kita? Apa yang harus dilakukan untuk memaafkannya dan melupakannya? Di saat menangis karena hati terluka, bisakah kita menahan emosi untuk tidak meluapkannya pada orang yang menyakiti hati kita?

   Hati bisa kita umpamakan seperti gelas kaca yang harus selalu dijaga, dipegang hati-hati agar tidak jatuh dan pecah. Tetapi bila gelas kaca itu jatuh dan pecah mungkin perlu usaha ekstra untuk mengumpulkan pecahannya dan memperbaikinya kembali dengan segala cara agar terlihat sempurna. Teman, sesempurna apapun usaha yang kita lakukan untuk mengembalikan gelas itu utuh kembali, pasti akan tetap terlihat bekas-bekas keretakan yang ada, dan tidak akan pernah kembali utuh dan indah.

   Saya mempunyai seorang teman yang dikecewakan oleh orang lain dan dia sudah memaafkan orang itu tetapi belum bisa melupakan kesalahan yang dibuat temannya itu. Apakah ini bisa dinamakan benar-benar memaafkan? Menurut saya ini tidak bisa di sebut dengan memaafkan. Ketika kita memaafkan seseorang maka kita akan melupakan 100 persen kesalahan yang dibuat orang itu terhadap kita. Kata memaafkan tidak mengenal kata "meskipun". Contohnya seperti ini: "Saya mau berteman denganmu kembali MESKIPUN kamu pernah menyakiti saya." Ketika seseorang mengucapkan kalimat seperti itu itu berarti dia belum bisa melupakan kesalahan yang pernah dibuat orang lain terhadap dirinya. Memaafkan berarti kita sudah melupakan dan tidak akan pernah menyinggung kembali kesalahan yang dibuat oleh orang lain terhadap kita dalam kondisi apapun itu.

   Mengampuni dan melupakan merupakan bagian yang tak terpisahan. Pertimbangkanlah sungguh-sungguh keputusan yang anda ambil hari ini, karena yang bertanggung jawab atas hari esok kita adalah keputusan kita hari ini. Melupakan adalah proses dari mengampuni, jadi tidak mungkin kita mengampuni tapi tidak melupakan. Melupakan memang butuh proses,  proses melupakan bisa kita umpamakan dengan bekas luka. Kalau tangan kita teriris pisau, pasti sakit dan menimbulkan luka. Ketika dalam proses penyembuhan kita tekan luka tersebut pasti akan mengeluarkan darah lagi. Tapi kalau sudah kering dan sembuh benar, kemudian kita tekan bekas luka tersebut apakah masih berdarah ? Tentu tidak

   Demikian pula dalam proses melupakan. Mungkin anda masih ingat dan tahu perbuatan "dia" terhadap "anda" tetapi ketika "anda" mengingat lagi perbuatan "dia" atas "anda" apakah anda masih marah / sinis / sakit hati / bahkan dendam? Kalau iya berarti "anda" belum melupakan kesalahan "dia" (ibarat luka kalo ditekan masih berdarah). Tetapi jika 'anda" mengingat perbuatan "dia" namun tidak ada rasa marah, sinis, sakit hati atau dendam, maka berarti "anda" sudah melupakan. Bekas tetap ada, tapi tidak berdarah lagi.

   Sudahkan anda meminta maaf kepada orang yang anda kecewakan/sakiti? Atau sudahkan anda memberikan maaf dan melupakan kesalahan orang yang pernah mengecewakan anda? Kalau belum segera lakukan sekarang sebelum anda kehilangan orang itu selamanya. Semoga bermanfaat!

Menjaga Perasaan Tidak Kecewa Karena Orang Lain

   Apakah Anda pernah merasa dikecewakan oleh orang lain? Pasti tidak enak ya, apalagi jika yang mengecewakan itu adalah orang yang kita percayai. Orang yang dikira baik ternyata dibelakang tidak seperti yang kita kira. Pertanyaannya sekarang adalah apakah kita benar-benar ‘dikecewakan’ ataukah kita hanya ‘merasa’ dikecewakan oleh orang itu? Jangan-jangan sebenarnya mereka tidak mengecewakan kita, tetapi kitalah yang merespon apa yang mereka lakukan itu sebagai suatu kekecewaan, lho?
 
   Jika Anda pernah kecewa, tentu Anda tahu betapa melelahkannya perasaan itu. Kebahagiaan kita terrenggut, waktu tidur kita berkurang, air mata kita terkuras. Perasaan hati kita juga menjadi gundah dan gelisah. Maka dari itu, jangan terlalu lama membiarkan kekecewaan menguasai diri kita. Untuk itu, saya ingin mengajak Anda untuk sama-sama menyimak 5 hal yang bisa membantu memerdekakan jiwa kita dari kekecewaan.  Berikut ini uraiannya.
 
1. Mengakui bahwa diri kita tidak sempurna 
Apabila orang lain berkomentar negatif tentang diri Anda, atau menggunjingkan kekurangan-kekurangan diri Anda, maka Anda tidak perlu kecewa. Terima saja, meskipun belum tentu yang mereka gunjingkan itu benar. Bersyukurlah jika ada orang yang bersedia menunjukkan ketidaksempurnaan Anda. Jika mereka salah, maka itu akan menjadi tambahan pahala bagi Anda. Tapi jika mereka benar, maka itu merupakan proses penyadaran untuk memperbaiki ketidaksempurnaan yang ada pada diri Anda. Semoga dengan begitu kita bisa terus memperbaiki diri. Meski tidak mudah, Insya Allah ada jalan untuk perbaikan selama kita berusaha.   
 
2. Menyadari bahwa orang lain juga tidak sempurna
Rasa kecewa sering kali disebabkan oleh penilaian yang terlalu tinggi kepada seseorang. “Kalau orang lain yang melakukannya aku masih bisa ngerti. Tapi, kok bisa-bisanya sih dia melakukan itu?” Begitu kan kita sering berkata saat kecewa? Siapapun dia hanyalah manusia biasa yang bisa berbuat salah atau dosa. Jika kita tidak sempurna, dia juga sama. Jadi sudah, relakan saja. Dia hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna. Wajar jika dia melakukan sesuatu yang mengecewakan. Tidak usah diperpanjang karena kita sudah tahu betapa tidak sempurnanya dia.
 
3.  Menerima kenyataan bahwa lidah tidak selalu sejalan dengan hati
Banyak orang yang kecewa kepada orang lain karena dia mengira bahwa apa yang dikatakan orang itu pastinya sama dengan apa yang ada dalam hatinya. Padahal, tidak semua orang mengucapkan kata-kata yang sejalan dengan isi hatinya. Jika Anda sudah menyadari hal itu, maka Anda tidak akan terlalu kecewa saat mendapati perilaku seseorang yang bertolak belakang dengan ucapannya. Anda juga tidak akan terlalu kecewa kalau ada yang memuji Anda didepan, tetapi menjelek-jelekkan Anda dibelakang. Jika ada yang menjanjikan sesuatu kepada Anda tapi tidak kunjung diwujudkan; Anda juga tidak akan kecewa. Mengapa? Karena Anda sudah tahu bahwa lidah tidak selalu sejalan dengan hati. Jadi, tidak perlu heran. Enjoy aja….
 
4. Ingatlah bahwa Anda adalah pengendali diri Anda sendiri
Jika orang lain berusaha mengecewakan Anda, tetapi Anda sendiri tidak merasa kecewa; kira-kira dia berhasil membuat Anda kecewa atau tidak? Jelas sekali ya, bahwa yang menentukan apakah kita kecewa atau tidak itu bukan perlakuan orang lain kepada kita. Melainkan sikap yang kita ambil sendiri. Jika ada orang yang berusaha mengecewakan kita, biarkan saja. Sebab selama kita memilih tidak kecewa, maka kita akan baik-baik saja. Bersyukurlah karena Tuhan telah memberi kita kekuatan untuk mengambil kendali kepada diri kita sendiri. Selama Anda memegang kendali itu, tidak seorang pun bisa menjatuhkan jiwa Anda.
 
5.Meyakini bahwa segala sesuatunya tertera dalam catatan Tuhan
Selama Anda masih punya keyakinan kepada Tuhan, percaya deh semuanya akan baik-baik saja. Perkataan orang yang menjatuhkan Anda. Perbuatan orang yang merugikan Anda. Fitnahan, gunjingan, dan berita yang mengada-ada tercatat lengkap dalam buku yang dipegang terus oleh malaikat di kiri dan kanan. Kita tidak perlu ambil pusing soal semua itu, apalagi harus membalas dendam. Percayalah, bahwa Gusti Allah ora sare. Tuhan tidak pernah lengah.
 
Sudahlah, tidak usah kecewa lagi. Sayang energy kita terbuang percuma, mendingan   berserah diri saja kepada yang Maha Kuasa dengan keikhlasan dalam menerimanya.  Siapa tahu dengan begitu kita semakin disayang oleh Tuhan.
 
Mari Berbagi Semangat!



Tks to: Dadang Kadarusman

4/14/2011

Gaji Besar atau Kenyamanan Kerja?

   Mana yang anda pilih bergaji besar tapi tidak ada kenyamanan dalam bekerja atau bergaji pas-pasan tapi anda berada dalam lingkungan pekerjaan yang sangat nyaman dan orang-orang di dalamnya tidak bisa diajak kerjasama? Tidak munafik, anda atau saya sebagai seorang karyawan pasti menginginkan gaji yang besar dan lingkungan pekerjaan yang nyaman, tetapi terkadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam sebuah organisasi / perusahaan pasti ada persaingan bagaimana agar eksistensi kita diakui oleh orang lain terutama atasan kita, tapi terkadang untuk menunjukkan eksistensinya banyak karyawan yang bersaing tidak sehat, saling menjatuhkan citra orang lain, saling sikut atau bahkan mencemarkan nama baik rekan kerjanya di hadapan orang lain dan bosnya.

   Hal itu mungkin sering kita temui dalam sebuah perusahaan. Menurut saya pribadi untuk bisa dihargai oleh orang lain dengan kata lain agar prestasi kita bisa diakui orang lain tidak perlu menghalalkan segala cara. Bersainglah secara sehat dengan rekan kerja yang lain, tidak perlu saling sikut, saling menjatuhkan atau mencemarkan nama baik rekan kerja kita dihadapan orang lain. Gaji besar memang sangat menggiurkan, tetapi ketika kondisi lingkungan pekerjaan kita sudah tidak nyaman, maka untuk berangkat kerja dari rumah saja sudah malas. Dalam sebuah pekerjaan pasti kita membutuhkan sebuah lingkungan pekerjaan yang kondusif dimana orang-orang di dalamnya kooperatif, nyaman sehingga membuat kita menjadi semangat untuk bekerja.

   Tetapi jika anda sudah terlanjur berada di dalam sebuah lingkungan pekerjaan dengan gaji yang besar tetapi tidak menemukan kenyamanan di dalamnya apa yang akan anda lakukan? Pilihannya ada di tangan anda dan menurut saya hanya ada dua pilihan:

1. Anda tetap berada di pekerjaan sekarang dengan catatan anda mampu menghadapi setiap tekanan yang diberikan kepada anda atau dengan kata lain anda harus pintar me manage sisi emosional diri anda bagaimana agar tekanan itu tidak membuat anda "down".

2. Keluar dari perusahaan anda sekarang dan anda mencari peluang di tempat lain dimana anda bisa menemukan yang anda cari yakni kenyamanan dalam bekerja baik itu dalam hal teman kerja, kondisi dan lain-lainnya.

   Saya melihat teman saya, baik itu yang bekerja di perusahaan yang sama dengan saya maupun yang bekerja di perusahaan lain tentang perlakuan yang mereka dapat di tempat mereka bekerja. Terkadang di antara mereka harus melakukan pekerjaan "overload" atau bahkan mereka harus melakukan pekerjaan di luar jobdes mereka sendiri, tapi karena  tidak bisa melawan maka mau tidak mau mereka harus tetap mengerjakan pekerjaan yang dibebankan ke mereka itu. Ketika saya sarankan agar mereka pindah kerja ternyata mereka tidak punya nyali untuk itu. Mereka takut akan menganggur dan mereka perlu memastikan dapat dulu penggantinya baru bisa keluar dari perusahaan tempat mereka bekerja sekarang.

   Tetapi apapun itu, menurut saya pribadi di setiap pekerjaan pasti ada tekanan, tergantung dari diri kita pribadi bagaimana kita bisa me-manage diri kita sendiri jangan sampai kita stress di lingkungan pekerjaan kita sendiri. Tapi kl tekanan itu sudah parah bahkan sampai-sampai anda sudah tidak ada semangat untuk berangkat kerja dari rumah karena anda tidak menemukan kenyamanan, maka anda harus memikirkan untuk mencari peluang di tempat lain. Gaji bukan faktor utama yang harus dicermati ketika Anda masuk ke tempat kerja baru, kenali terlebih dahulu suasana kerja atau budaya perusahaan tersebut, kemudian cocokkah dengan diri Anda apakan cocok atau tidak. Jangan sampai ketika sudah mengorbankan pekerjaan lama, anda malah tak betah ditempat ini yang ada hanyalah penyesalan saja.
Ingat kenyamanan kerja bukan hanya datang dari faktor eksternal saja, tapi juga dapat diciptakan dari dalam diri kita masing-masing. Ubah cara pandang dan persepsi anda tentang sebuah masalah.

3/14/2011

You Do Not Know When The Time Will Come

    Saya masih teringat kata-kata teman saya begini : "Buat apa sih kamu bela-belain ikut aturan ini-itu, patuh sama ini itu, beribadah? Apa untungnya sih buat kamu? Sudahlah kamu itu masih muda, nikmatin aja dulu hidup selagi masih muda, have fun, foya-foya nah ntar kalau sudah tua baru deh bertobat". Hmm sungguh saya tertegun mendengar kata-kata itu, dirasuki apa teman saya ini sampai bisa berpikiran seperti itu? Apa kesenangan duniawi sudah menguasai pikirannya sampai tidak bisa berpikir mana yang benar mana yang salah? Atau kesenangan duniawi sudah membuat dia kehilangan akal sehat?

   Teman, mungkin di antara kamu ada yang berpikiran sama dengan teman saya ini "selagi masih muda bersenang-senang aja dulu, baru ntar pas sudah tua bertobat". Saya hanya mau bertanya seperti ini: " Kalau misalkan kamu tidak diijinkan sama Tuhan sampai di umur yang tua bagaimana?". Atau kasar nya begini kamu meninggal di usia muda, di saat kamu tidak sempat untuk bertobat bagaimana? Teman, kita tidak tau umur kita, tidak ada seorang pun yang tau. Mungkin dokter bisa tahu, tapi omongan dokter itu bisa saja meleset. Hanya Tuhan yang tau pasti berapa lama kita tinggal di dunia yang fana ini. Jadi apakah kata-kata itu masih bisa kita pegang. Menurut saya tidak!

   Mungkin kamu adalah tipikal orang yang suka bersenang-senang, memuja-muja kesenangan duniawi memang itu hak setiap orang. Semua orang berhak menentukan kemana dia melangkah. Ada beberapa orang yang mati muda, meninggal karena kecelakaan, sakit-penyakit dan mereka belum sempat melakukan yang terbaik dalam hidup mereka. Memang benar hidup di dunia ini hanya satu lagi, nikmatilah hidup ini selagi kamu masih hidup. Tapi dalam hal ini bukan berarti kamu bebas menikmati hidup yang negatif, lakukan lah hal-hal positif dalam hidupmu. Jangan sampai penyesalan datang di akhir.

   Teman, waktu itu seperti anak panah yang melesat kencang. Kamu tidak akan mampu untuk menghentikan atau melambatkannya. Selama waktu masih tersisa tak perlu ragu untuk menikmati kehadiran anda di dunia ini. Ketika kamu menyadari betapa berharganya itu semua kamu pun menyadari betapa berharganya kamu yang mungil ini di alam yang maha luas ini. Kehadiran kamu adalah bagian dari alam ini, maka hiduplah dengan hal-hal positif, Menikmati hidup dengan wajar dan selalu bersyukur menjadikan kehidupan dan hari-hari senantiasa penuh makna dan selalu indah, patuh sama aturan Ilahi niscaya kamu akan beroleh keselamatan.

God bless u all

2/22/2011

Kesenangan Bukanlah Tujuan Akhir

   Suatu hari saya pernah bertanya kepada teman saya seperti ini "apa tujuan hidupmu?". Dia menjawab : "Ya, hidup ini dijalanin saja, yang penting saya bisa senang-senang  dan bisa menikmati apa yang saya punyai" Hmm sebuah jawaban yang mungkin boleh dibilang jawaban itu sangat "ngambang". Kemudian saya bertanya lagi : 'Kalau misalkan ternyata kamu dalam hidup ini tidak bisa merasakan kesenangan yang kamu inginkan itu bagaimana?" Dia menjawab seperti ini : "Ya kalau emang saya ga bisa ya berarti itulah nasib saya, dan berarti nasib tidak berpihak kepada saya".

   Saya tertegun mendengar jawaban itu, kemudian saya berpikir apakah hidup ini emang harus dijalanin begitu saja tanpa ada target-target yang ingin dicapai dan ketika ada sesuatu hal buruk terjadi, berarti nasib tak berpihak pada hidup ini. Tetapi untunglah itu hanya ada di pikiran saya dan saya tidak berprinsip seperti itu. Saya selalu berpikir hidup harus lah penuh arti, bagaimana saya bisa melalui/menghabiskan waktu ini dengan baik. Hidup harus lebih dari sekedar pencarian kesenangan, karena kesenangan bukanlah tujuan akhir. Kesenangan itu hanya sesaat lalu berlalu lagi.

   Ada sebuah kisah, dua orang pekerja di sebuah perusahaan bangunan. Mereka dikirim untuk memperbaiki sebuah atap gedung. Ketika sampai di bangunan, mereka menuju lift yang tersedia untuk naik ke atap. Ternyata ketika itu, lift tidak bisa digunakan karena rusak. Mereka berhenti sejenak dan berpikir, apa yang seharusnya mereka lakukan? Terlintas dalam benak mereka tetap naik ke atap meski menaiki tangga darurat. Padahal, ketinggian bangunan tersebut empat puluh lantai. Mereka menaiki tangga demi tangga agar sampai pada atap denga membawa material untuk pengganti yang rusak, dengan ketinggian yang tidak terbanyangkan. Dengan semangat yang kuat mereka bertekad untuk tetap naik ke atap.

   Setelah usaha yang begitu keras mereka lakukan, dan tentunya dengan cucuran keringat dan beberapa kali istirahat, sampailah mereka pada tujuan. Salah seorang dari mereka menoleh kepada temannya seraya berkata,”Ada dua hal yang ingin sya sampaikan padamu. Satu kabar baik dan satu lagi kabar buruk.” Temannya berkata,”Sampaikan dulu kabar baiknya.” Ia berkata,”Setelah melalui perjuangan yang begitu keras, pada akhirnya kita berhasil mencapai atap.” Temannya menjawab,”Hebat kita bias berhasil menaklukan empat puluh lantai dengan menaiki tangga. Terus apa kabar buruknya?” Temannya berkata,”Berita buruknya adalah banguan ini bukanlah bangunan yang dimaksud (bangunan yang seharusnya kita perbaiki).”

   Ya, jangan sampai kita seperti itu, tidak mempunyai target atau tujuan. Jangan sampai apa yang kita kerjakan dalam hidup ini hanyalah sia-sia dan tak berguna. Sobat, milikilah tujuan dalam hidupmu, milikilah target yang harus kamu capai dalam hidupmu, miliki rencana sebelum melangkah.  Ketika manusia mempunyai tujuan untuk diraih, dia akan menjadi manusia yang kuat dan tabah dalam menjalani segala sesuatunya.

2/16/2011

A Happy Life - It's All You Really Want, Isn't It ?

Menurut Immanuel Kant, ada tiga rahasia kebahagiaan hidup:
“Rules for Happiness: something to do, someone to love, something to hope for.”
Something to Do – What can you do to increase your happiness?
Someone to Love – Yourself, relationships, children, family
Something to Hope for – How to create a life you love 
 
   Hidup bahagia merupakan impian setiap orang. Siapa yang ingin mempunyai hidup menderita dan penuh tekanan? Pasti semua orang ingin selalu merasakan kebahagiaan dalam hidupnya bukan? Berbagai macam tips yang dibuat oleh para pakar bagaimana cara membuat hidup bahagia, tapi bukankah kebahagiaan itu berasal dari dalam diri kita sendiri?  Masing-masing orang memang mempunyai persepsi yang berbeda dalam mendefenisikan kebahagiaan.

   Buat saya pribadi kebahagiaan itu adalah "saya bisa bersyukur dengan apa adanya saya saat ini" Ya, memang masih banyak hal yang ingin saya raih dalam hidup ini, masih banyak cita-cita yang belum tercapai dan masih banyak juga kekurangan yang harus diperbaiki. Tapi semua itu adalah proses, tidak ada rumah mewah yang langsung jadi dalam sehari. Semua butuh proses, perlu membangun pondasi dulu, kemudian mendirikan tiang, dinding dan atapnya. Demikian juga halnya dalam hidup ini, semua membutuhkan proses menuju sukses dan bahagia, dan semua tergantung kepada masing-masing orang apakah dia bisa bertahan dalam proses itu atau tidak.

   Dari semua tips yang diberikan oleh para pakar, saya cukup tertarik dengn pendapat dari "Immanuel Kant" seperti yang saya kutip di atas.

Rules for Happiness:

1. Something to Do
Apa yang anda lakukan untuk membuat anda bahagia atau meningkatkan kebahagiaan anda? Berbagai macam cara yang dilakukan orang untuk membuat dirinya bahagia, dari hal yang halal bahkan sampai hal yang tidak halal sekali pun. Hal yang bisa membuat perasaan kita bahagia adalah "bersyukur dan berpikir positif". Bersyukur dan berfikir positif dalam hidup sehari-hari dapat menular ke sekeliling kita. Dengan berpikir positif dan senantiasa selalu bersyukur bukankah akan membuat wajah kita akan selalu terlihat bahagia? Ya, mungkin memang banyak masalah dalam hidup kita tapi biarlah kita bersyukur akan masalah yang kita punyai itu dan selalu berpikir positif dalam menghadapinya. Melakukan hal-hal yang kita sukai, dan menikmati setiap perjalanan hidup karena hidup adalah sebuah "PROSES"

2. Someone to Love
Tidak bisa dipungkiri,  Cinta merupakan perasaan yang selalu ada dalam pribadi manusia dan mencintai seseorang merupakan hal yang sangat indah meskipun orang yang kita cintai terkadang belum tentu mencintai kita. tapi sudah sepantasnya kita bersyukur karena kita bisa mengenal cinta karena cinta tidak mengenal akhir dan kesedihan. Cinta yang tulus adalah kita memberikan perasaan cinta kita kepada orang lain dan kita mengharapkan yang kita cintai itu selalu bahagia dan bukankah ketika melihat orang yang kita cinta itu bahagia kita bisa tersenyum melihatnya? Ya kita pasti tersenyum melihat orang yang kita cintai itu bahagia meskipun belum tentu orang yang kita cintai itu tidak cinta dengan kita tapi itulah cinta yang tulus, memberi tanpa mengharapkan imbalan. Cinta membawa kebahagiaan itulah yang membuat kita berpikir dari tahap awal dalam hidup.
"Bahagia karena cinta, sebab cinta merupakan anugerah Tuhan yang terindah"
3. Something to Hope for
Bahagia atau tidak adalah persepsi yg ada di pikiran kita sendiri. Mencari kebahagiaan hingga kemanapun, pada akhirnya pikiran kita yg menentukan apakah bahagia hadir di hati kita atau tidak. Pikiran menentukan perasaan. Pikiran adalah pelopor segala hal dan benar pepatah yang mengatakan "We are what we think"

Jadi apa yang kita lakukan untuk menciptakan kehidupan yang kita cintai? Ya, semua berawal dari pemikiran kita. Kalau dipikiran kita berkata " saya adalah orang bodoh" ya otomatis kita akan malas-malasan dalam mengerjakan sesuatu karena kita sudah beranggapan kita tidak mampu melakukan itu. Akan tetapi sebaliknya, jika kita tanamkan dalam pikiran kita bahwa kita adalah orang yang luar biasa dan selalu menanamkan nilai-nilai positif dalam pemikiran kita maka kita akan optimis bisa melakukan hal-hal yang kita kerjakan meskipun itu pekerjaan yang berat sekalipun. Disini bukan berarti kita menyombongkan diri, tapi disini kita memotivasi diri kita sendiri agar kita bisa maju.
"Tempat untuk berbahagia itu di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia".- Robert G. Ingersoll-
Kehidupan adalah satu kali, jadi berbuatlah bijak untuk menjalaninya, jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari. Jangan mencari kebahagiaan itu karena kebahagiaan itu ada di dalm diri kita sendiri dan milikilah kebahagiaan itu sekarang. Gbu all

2/11/2011

Persimpangan Dilema

   Apa yang kamu pikirkan ketika ada teman yang berkata kepadamu seperti ini : Saya ingin berubah karena saya tahu itu salah". Mungkin kamu akan berpikir "Bodohnya orang ini, sudah tau salah tapi masih dilakukan". Ya karena saya juga berpikiran seperti itu, saya sudah tau berada di jalan yang salah tetapi saya masih menikmati kehidupan di dunia yang salah itu. Bukan kah saya bodoh disitu? "Dilema" mungkin itu lah kata-kata yang pantas untuk saya saat ini.

   Pernahkah kamu berada di persimpangan dilema? Kamu tahu kamu berada di dalam jalan yang salah tapi kamu susah atau mungkin tidak bisa keluar dari jalan yang salah atau bahkan kamu terbelenggu di dalam lingkungan yang salah itu? Sangat susah untuk bisa keluar. Tidak satu bulan, dua bulan atau mungkin bertahun-tahun juga tidak bisa. Tuhan, aku ingin suatu saat aku bisa keluar dari "ini" semua. Aku ingin suatu saat aku tidak berada di dalam "kondisi" seperti ini karena saya tahu Tuhan tidak menginginkan ini terjadi dalam hidup saya.

   Memang masing-masing manusia di muka bumi ini mempunyai pilihan hidup. Tuhan memberikan kebebasan kepada kita apakah kita memilih hidup di jalan yang salah atau hidup di jalan yang benar. Tapi pada dasarnya Tuhan ingin kita hidup di jalan yang benar. Jujur belakangan ini saya berada di kondisi seperti ini, dan saya masih berjuang sampai saat ini. Apa yang saya alami sekarang cukup saya dan Tuhan saja yang tahu karena saya juga tidak ingin menceritakannya kepada orang lain atau mungkin memang belum saatnya. 

   Ada beberapa orang yang mungkin sudah bisa menerima diri mereka apa adanya meskipun mereka tahu ada yang salah di dalam diri mereka dan mungkin mereka menganggap "Ya ini lah saya, saya diciptakan begini dan memang ini lah jalan hidup saya" Tapi tidak dengan saya, di dalam diri saya masih terjadi pertentangan batin.  Saya tahu saya diciptakan bukan untuk seperti ini, hanya saja saya mau dan terlena di "jalan" seperti ini. Ya ini kesalahan saya, bukan kesalahan pencipta saya, bukan salah keluarga saya, bukan kesalahan lingkungan saya, saya tidak ingin menjadikan itu semua menjadi kambing hitam dan menyalahkan mereka. Yang bisa membuat saya bisa berubah adalah "DIRI SAYA SENDIRI" bukan orang lain. Orang lain mungkin bisa saja membantu tetapi pada dasarnya keinginan itu atau perubahan itu adalah berasal dari diri kita sendiri.

   "Tuhan, saya tau saya salah, saya tahu saya berada di jalan yang salah tapi saya tahu saya tidak gampang untuk keluar dari itu semua". Saya tahu itu semua butuh proses dan biarlah proses itu dimudahkan itu saja yang saya inginkan. Cepat atau lambat saya pasti bisa keluar dari ini semua. Saya hanya mengimani itu Tuhan. 

   Ya, Aku berada di persimpangan dilema, Kalau saja aku berjalan di jalan idealisme ku sendiri maka aku harus mendaki bukit yang sangat luar biasa indahnya, pemandangan yang indah nan sejuk, tapi aku membutuhkan waktu yang lama untuk sampai keatas bukit itu sementara tubuh ini makin lama akan makin tua dan makin bungkuk yang membuat aku ragu apakah aku bisa sampai di atas bukit itu. Sementara jika aku menghadapi realita yang ada maka aku akan menjalani hidup ini dengan singkat meskipun ejekan dan cercaan datang tapi tubuh ini masih sanggup untuk memikul itu semua. Aku berada di persimpangan dilema, kemana aku melangkan aku masih bingung. Aku hanya bisa menatap ke langit dan berseru Tuhan sejukkan hati ini bersama dengan hujan yang akan turun seperti embun yang turun dipagi hari yang menyejukkan daun-daun. Aku ingin merasakannya Tuhan.Dan ketika itu datang, disanalah aku mencurahkan semua perasaan ku dan semoga perasaanku itu larut bersama dengan embun-embun itu dan semoga perasaanku itu hilang bersama dengan datangnya mentari di pagi hari yang mengakibatkan embun itu hilang dan aku ingin perasaanku hilang bersama-sama dengan embun itu !