3/05/2014

Sepenggal Kisah Dari Dusun Bambu

Bandung selalu punya alasan untuk dikunjungi. Tidak hanya wisata kuliner yang menarik buat saya, tetapi wisata alamnya tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Bandung seakan-akan tidak ada habisnya menawarkan tempat-tempat wisata alam yang menawan dan menyejukan mata. Baru-baru ini, saya mengunjungi sebuah tempat wisata yang bisa dibilang masih tergolong baru yaitu "Dusun Bambu Family Leisure Park".

Dusun Bambu terletak di Kampung Cijanggel, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jarak dari kota Bandung kira-kira 1-1,5 jam perjalanan kalau lancar atau kira-kira 10 km dari Terminal Ledeng, Setiabudi. Akses menuju ke Dusun Bambu sendiri menurut saya sih sudah bagus, jalannya juga lebar. Akses kesana bisa dari Bandung terus masuk ke jalan Sersan Bajuri, kemudian masuk ke jalan Kolonel Masturi, atau bisa juga dari Lembang.

Hamparan Sawah Berundak-Undak Dan Villa

Sesampainya di gerbang, anda akan disambut oleh petugas dan membayar tiket masuk. Tempat parkir tidak jauh dari gerbang utama. Begitu sampai di dalam lokasi, anda akan merasakan atmosfer yang berbeda. Hamparan sawah berundak-undak dan pohon-pohon yang menjulang tinggi terasa menyejukan mata, udara juga sangat segar dan pemandangan villa/ penginapan dengan nuansa kampung Sunda.

Pepohonan Yang Menjulang Tinggi



Pepohonan Dan Pemandangan Yang Menyejukan Mata
Pepohonan Yang Menjulang Tinggi

Untuk menuju spot-spot wisata disana, pengelola menyediakan angkutan khusus bagi pengunjung, karena kontur tanah yang berbukit-bukit lumayan membuat capek. Saya pribadi memilih untuk berjalan kaki saja, karena saya benar-benar ingin menikmati setiap sudut tempat wisata ini. Dusun Bambu sendiri menawarkan banyak tempat yang harus dicoba, ada danau kecil yang bisa anda kelilingi dengan menggunakan perahu yang disediakan. Di pinggir danau berjejer rumah-rumah kecil atau saung tempat bersantai bersama teman atau keluarga anda sanmbil menyantap makanan. Pemandangannnya benar-benar menyejukan mata.

Danau Di Dusun Bambu
Deretan Rumah-Rumah Kecil /  Saung
Danau Di Dusun Bambu

Kemudian ada tempat makan yang sangat unik menurut saya yang disebut dengan Birdnest Restaurant atau Lutung Kasarung. Tempat makan ini menyerupai sangkar burung di atas pohon, dimana di dalamnya disediakan sofa dan meja tempat anda bersantai dan makan. Pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu santai anda bersama teman atau keluarga, karena suasananya sangat tenang dan hembusan angin yang sangat sejuk. Tenang saja, tempat ini sangat aman dan kuat bisa menampung sampai 10 orang.


Birdnest Restaurant / Lutung Kasarung
Birdnest Restaurant / Lutung Kasarung
Birdnest Restaurant / Lutung Kasarung
Birdnest Restaurant / Lutung Kasarung
Birdnest Restaurant / Lutung Kasarung
Birdnest Restaurant / Lutung Kasarung

Tidak lengkap rasanya kalau sebuah tempat wisata umum tidak dilengkapi dengan restaurant atau cafe. Tenang saja, di Dusun Bambu sendiri tersedia tempat makan dan cafe yang sangat enak untuk bersantai dengan view yang menggoda. Anda bebas memilih mau duduk di dalam ruangan atau di luar ruangan sambil menikmati pemandangan dan semilir angin yang berhembus. Makanannya juga cukup enak di lidah menurut saya, sehingga ketika anda sudah duduk di restaurant ini waktu terasa cepat berjalan. Di tempat ini juga tersedia food court dan super market yang menawarkan jajanan-jajanan tradisional dan hasil bumi. Disini juga tersedia cidera mata yang bisa anda beli sebagai kenang-kenangan :)

Restaurant Di Dusun Bambu
Sofa Bundar Di Restaurant Dusun Bambu
Tempat Bersantai Di Restaurant Dusun Bambu
Restaurant Di Dusun Bambu
Restaurant Di Dusun Bambu
Restaurant Di Dusun Bambu

Salah satu tempat yang sangat menarik buat saya adalah camping ground, dimana di Dusun Bambu sendiri tersedia tempat camping yang sudah dilengkapi fasilitas peralatan camping seperti tenda, api unggun, tempat barbeque, dll. Tempat ini harus dicoba, tetapi sayang pas saya kesini belum dioperasikan sehingga harus menunda niat untuk berkemah disini. Satu tenda bisa menampung 4- 6 orang, di mana di dalam tenda sendiri sudah tersedia kasur dan tempat makan. Tidak hanya untuk anak muda, camping ground ini juga sangat cocok untuk keluarga yang sudah mempunyai anak. Tempat ini sangat syahdu apalagi pada saat kabut mulai turun.

Camping Ground Di Dusun Bambu
Bagian Dalam Tenda
Camping Ground Di Dusun Bambu
Camping Ground Di Dusun Bambu

Demikian sepenggal kisah saya ketika berkunjung ke Dusun Bambu, dan saya pasti akan mengunjungi tempat ini kembali. Oh iya, satu hal yang saya suka dengan tempat ini adalah anda bisa menukarkan tiket masuk anda dengan satu bibit pohon secara gratis ketika anda pulang. Selamat merencanakan liburan :)



1/10/2014

Sometimes You Miss The Memories Not The Person


Ungkapan di atas memang ada benarnya menurut saya. Ada saatnya kita akan merindukan hal-hal yang sering kita lakukan bersama dengan orang yang penting buat kita pada masa lampau, yang mungkin sekarang tidak ada lagi di samping kita atau sudah tidak bersama kita lagi. Ada saatnya kita akan merindukan kegilaan atau hal-hal konyol yang pernah kita lakukan bersama dengan orang yang pernah hadir di hidup kita, ada saatnya kita akan merindukan masa-masa ketika seseorang itu sering membuat kita kesal dan marah, ada saatnya kita merindukan hal-hal yang sering kita lakukan sampai seseorang itu merasa kesal kepada kita dan lain sebagainya. Iya, kita merindukan kejadian atau peristiwanya bukan dengan orang/ partner kita melakukan kejadian itu.

Tulisan ini dibuat bukan karena saya lagi galau, tapi ada sebuah "peristiwa" yang membuat saya ingin menulis ini :D dan "peristiwa" ini membuat saya seperti dejavu, karena "peristiwa" inilah yang sering dilakukan oleh "seseorang" yang pernah hadir di hidup saya sampai membuat saya kesal bahkan marah. Sebuah peristiwa yang mengingatkan saya akan kejadian beberapa tahun silam. Kejadian yang dulu tidak lucu menjadi lucu ketika diingat sekarang.

Ketika saya bersama dia, saya memang kesal dan kadang bisa sampai marah. Akan tetapi pada saat sekarang ini ketika saya sudah tidak bersama dengan dia lagi, kemudian mengingat "kejadian" itu membuat saya tersenyum bahkan tertawa karena kejadian itu menjadi lucu buat saya. Mungkin terdengar aneh, tapi itulah kenyataannya. Kejadian beberapa tahun silam itu, ketika saya kesal dan marah jelas terlintas di benak saya dan akhirnya kejadian-kejadian lainnya pun ikut terlintas. Ah, saya ingin mengulang kejadian-kejadian itu lagi terjadi di masa sekarang yang mungkin nanti ceritanya akan berbeda. Saya hanya merindukan kejadiannya, bukan merindukan orangnya :D.

"Ada saatnya apa yang membuat kamu kesal hari ini, akan kamu rindukan di masa mendatang"

8/17/2013

Wisata Gua Pindul (Cave Tubing) - Wonosari, Yogyakarta

Bagi anda yang bosan dengan wisata pantai, wisata Gua Pindul (Cave Tubing) bisa menjadi alternatif wisata bagi anda. Gua Pindul terletak di Wonosari, kurang lebih 2 jam perjalanan dari kota Yogyakarta. Gua ini tepatnya terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Jalan menuju tempat ini sudah sangat bagus sehingga mudah untuk diakses dan ada plang penunjuk di setiap jalan setelah anda memasuki kota Wonosari. Pemandangan sepanjang jalan cukup indah seperti pepohonan, hutan dan batu kapur.


Tempat wisata ini masih tergolong baru, saya sendiri tahu tempat ini setelah menonton liputannya di salah satu stasiun TV swasta kemudian mencari informasi lebih lanjut di internet. Tips bagi anda yang ingin berwisata ke tempat ini jangan pada saat hari libur karena tempat ini sangat ramai pada saat hari libur. Berwisata ke tempat ini beramai-ramai dengan teman akan lebih seru dibanding dengan berwisata sendirian atau hanya dua orang.


Sesampainya di lokasi, anda harus mendaftar dan membayar biaya ke petugas kemudian menunggu giliran untuk bisa masuk ke gua apabila sedang banyak pengunjung. Anda akan dilengkapi dengan pelampung dan sebuah ban dalam (tube) untuk menjaga keselamatan anda. Setiap rombongan (minimal 5 orang) akan didampingi oleh satu orang pemandu.



Gua ini terdiri dari 3 zona yaitu zona terang, zona agak gelap dan zona gelap gulita. Pemandu sudah menyediakan senter (alat penerang) ketika kita berada di zona yang sudah gelap. Gua Pindul merupakan gua yang dialiri oleh sungai bawah tanah dimana arus sungainya sangat tenang. Kedalam  sungai kurang lebih 5 meter dan panjang gua kurang lebih 300 meter sehingga aman baik itu untuk anak-anak maupun orang dewasa.






Di dalam gua kita bisa melihat pemandangan yang menakjubkan sambil mendengar penjelasan dari pemandu kita. Kita bisa melihat beberapa ornamen yang sangat indah seperti batu kristal, kelelawar yang beterbangan, stalaktit dan stalagmit









Di salah satu bagian Gua Pindul mendekati bagian luar terdapat celah yang cukup lebar sehingga apabila cahaya matahari masuk melalui celah ini pemandangannya sangat indah. Anda juga bisa memasuki Gua Pindul melewati celah ini.







Pemandu bercerita tentang asal-usul penamaan Gua Pindul. Menurut legenda yang dipercayai masyarakat dan dikisahkan turun temurun, nama Gua Pindul dan gua-gua lain yang ada di Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada di Bejiharjo. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Gua Pindul yang berasal dari kata pipi gebendul.



Kita berada di dalam gua kurang lebih sekitar 45 menit. Anda juga bisa berenang di gua ini dan mengambil foto sebanyak mungkin. Demikian perjalanan singkat saya dan teman-teman ke Gua Pindul, tempat yang sangat cocok untuk menghabiskan liburan anda karena di tempat ini bukan hanya Gua Pindul yang menjadi objek wisata alamnya. Masih banyak objek wisata lainnya di sekitar dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan Gua Pindul.


7/01/2013

Spending Some Time With Nature Part-8 (Gunung Kidul, Yogyakarta)

Kota Yogyakarta merupakan kota yang sangat kaya akan budaya, saya sudah lebih dari enam kali ke kota ini dan tidak pernah bosan. Saya sangat menyukai kotanya yang hampir semua jalannya mulus tidak berlobang, budayanya yang "kaya", penduduknya yang ramah dan lain sebagainya. Di kota Yogyakarta sendiri mempunyai banyak objek wisata yang mungkin sebagian besar sudah pernah saya datangi.

Kebetulan kemarin bulan Juni saya dan teman kantor ada kesempatan lagi datang ke kota ini karena ada urusan pekerjaan. Kesempatan ini tidak kami sia-siakan untuk jalan-jalan menikmati keindahan Yogyakarta setelah urusan pekerjaan selesai. Kali ini kami menyisihkan waktu satu hari untuk bisa jalan-jalan ke daerah Gunung Kidul yakni menuju pantai dan air terjun. Di daerah Gunung Kidul sangat banyak pantai baik itu pantai yang masih baru maupun pantai yang sudah lama beroperasi. Waktu satu hari tidak akan cukup untuk bisa mendatangi semua pantai ini, oleh karena itu kami memutuskan untuk mendatangi beberapa pantai saja.

Jarak dari kota Yogyakarta menuju daerah pantai di Gunung Kidul memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Akses menuju kesana bisa dikatakan sudah sangat bagus, hanya saja jalannya yang berkelok-kelok lumayan membuat pusing, dan kalau hari libur / weekend sangat ramai dan sedikit macet.

1. Pantai Indrayanti

Tujuan pertama kami adalah pantai Indrayanti, pantai ini bisa dikatakan masih tergolong baru. Pada saat kami kesana pantai ini sangat ramai, karena kebetulan bertepatan dengan weekend. Nama Indryanti sendiri adalah nama pengelola pantai tersebut. Seperti pantai pada umumnya, pantai ini menyediakan penginapan dan pemandangan alam dan ombak yang cukup indah. Pemandangan batu karang yang menjulang tinggi juga menambah daya tarik tempat ini.


Kondisi Pantai Sangat Ramai Saat Hari Libur








  
 2. Pantai Sundak

Pantai Sundak bersebelahan dengan pantai Indrayanti, saya sudah dua kali datang ke tempat ini. Pantai ini memiliki pasir yang bersih dan air lautnya juga jernih. Saat pertama kali ke tempai ini penginapan belum ada, sekarang sudah ada beberapa penginapan yang cukup bagus. Ombak di pantai ini tidak terlalu besar, jadi disini bebas untuk berenang. Disini juga banyak batu karang yang menjulang tinggi dan kios-kios di pinngir pantai yang menyediakan berbagai makanan dan minuman serta cinderamata sehingga menambah daya tarik tempat ini.







 3. Pantai Krakal

Pada saat datang ke tempat ini ombaknya cukup besar dan angin cukup kencang sehingga tidak bisa untuk berenang. Pemandangan disini sangat bagus tapi sayang kelemahannya pinggir pantai yang belum tertata rapi dan perlu pembenahan. Batu karang disini juga sangat besar-besar dan pasir pantai yang bersih.



4. Pantai Kukup

Pemandangan di pantai ini sangat bagus dan indah. Pantai ini bisa dikatakan sudah lama sehingga pantai ini cukup ramai dan fasilitas yang cukup lengkap. Di sepanjang jalan menuju pantai banyak kios-kios para pedagang yang menawarkan makanan, cinderamata serta tempat untuk bersantai sambil minum air kelapa muda. Disini ada sebuah pulau kecil yang dihubungkan dengan jembatan. Pemandangan disini cukup indah, tapi ombaknya juga cukup besar tapi masih bisa untuk berenang.









5. Air Terjun Sri Gethuk

Setelah selesai bermain di pantai, kami pun istirahat dan melanjutkan perjalanan menuju air terjun Sri Gethuk. Beruntung teman mempunyai saudara di tempat ini jadi kami pun makan siang di rumah saudara teman kami ini :). Untuk menuju ke tempat ini kita harus melewati areal perkebunan kayu putih dan hutan. Untuk menuju air terjun sendiri pihak pengelola sudah menyediakan rakit untuk menyusuri sungai dan hanya menghabiskan waktu lima menit sudah sampai di lokasi. Air terjunnya sendiri tidak terlalu besar menurut saya, tapi pemandangannya sangat indah.






Demikian perjalanan singkat yang kami lakukan di daerah Gunung Kidul dan masih banyak tempat wisata yang belum dijelajahi di daerah ini. Semoga di lain waktu masih ada kesempatan untuk datang ke tempat ini dan bisa menjelajahi keindahan Yogyakarta :).